Lompat ke isi utama

Berita

Hadapi WFH dan Defisit Anggaran, Bawaslu Sumteng Pastikan Program Tetap Berjalan

kdanA

Ketua bersama Anggota Bawaslu Kabupaten Sumba Tengah dan Koordinator Sekretariat dalam Rapat Rutin yang diselenggarakan di ruang Rapat Kantor Bawaslu Kabupaten Sumba Tengah, Rabu (15/4/2026).

Waibakul, Bawaslu Sumteng – Bawaslu Kabupaten Sumba Tengah menggelar rapat rutin yang dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Sumba Tengah, Yermias Umbu Yagu dengan fokus pada penyesuaian pola kerja di tengah kebijakan Work From Home (WFH) serta penguatan kinerja jajaran di tengah kondisi defisit anggaran, Rabu (15/4/2026)..

Dalam arahannya, Yermias menyampaikan bahwa kebijakan WFH yang diberlakukan setiap hari Jumat berdampak pada penyesuaian sejumlah kegiatan internal. Ia menjelaskan bahwa kegiatan Jumat Sehati dan Jumpa Berlian kini dipindahkan ke hari lainnya. Selain itu program kegiatan tetap berjalan sesuai timeline, karena penyesuaian hanya dilakukan pada pengurangan volume kegiatan.

“Berkaitan dengan WFH setiap hari Jumat, maka kegiatan Jumat Sehati dan Jumpa Berlian kita pindahkan ke hari lainnya. Sedangkan program kegiatan tetap berjalan sesuai timeline karena yg dipangkas hanya pengurangan volume kegiatan,” tegas Yermias.

Oleh karena itu, seluruh jajaran diminta tetap menjaga capaian kinerja meskipun berada dalam kondisi keterbatasan anggaran.

Ketua Bawaslu juga menekankan pentingnya pemanfaatan waktu kerja secara optimal, khususnya dalam penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP).

“Gunakan waktu luang untuk mengerjakan SKP. Laporan SKP harus disampaikan kepada Koordinator Sekretariat dan Komisioner sebagai bahan evaluasi untuk mengukur kinerja dan inovasi yang dilakukan oleh staf,” ujarnya.

Selain itu, Yermias mengungkapkan bahwa telah menjalin komunikasi dengan Universitas Kristen Wira Wacana Sumba terkait rencana penempatan mahasiswa magang. Ia menyebutkan bahwa penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) direncanakan dalam waktu dekat.

“Kita sudah berkomunikasi dengan pihak universitas. Rencananya MoU akan dilakukan dalam waktu dekat, sehingga pada bulan Agustus program magang sudah bisa berjalan,” jelasnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan, sebagai bentuk apresiasi, Bawaslu Kabupaten Sumba Tengah juga akan memberikan penghargaan kepada pegawai dengan kinerja terbaik pada akhir tahun.

Sementara itu, Anggota Bawaslu kabupaten Sumba Tengah, Martinus Rudolf Walangara mengingatkan agar penerapan kerja fleksibel tidak mengganggu stabilitas kerja lembaga.

“Jangan sampai kerja fleksibel ini menimbulkan kekakuan. Target yang sudah ditetapkan harus tetap terealisasi. Fleksibel boleh, tetapi tetap tertib dan disiplin,” tegasnya.

Anggota Bawaslu kabupaten Sumba Tengah, Roos Linda Rambu Lodji turut mendorong peningkatan inovasi, khususnya dalam aspek publikasi kelembagaan.

“Selain kegiatan inovasi, kami harapkan setiap hari ada bahan publikasi yang disampaikan kepada masyarakat, terutama terkait aturan-aturan kepemiluan,” ungkap Roos.

Di sisi lain, Koordinator Sekretariat Umbu Kaledi Kapeta menyampaikan perkembangan terkait status kepegawaian pasca Pemilu 2024. Ia menjelaskan bahwa Bawaslu tidak lagi menerima ASN DPK.

“Empat ASN DPK di Bawaslu Kabupaten Sumba Tengah sudah menindaklanjuti surat permohonan pengalihan status, sementara dua ASN lainnya memilih kembali ke Pemerintah Daerah,” jelas Umbu.

Ia juga menekankan pentingnya pemahaman pimpinan terhadap potensi dan talenta staf dalam penugasan, serta memastikan pelaksanaan WFH tetap berjalan efektif.

“Terkait WFH, kami sudah melakukan evaluasi agar pelaksanaannya tetap optimal dan mendukung kinerja,” pungkasnya.

Rapat dihadiri lengkap Ketua bersama Anggota Bawaslu Kabupaten Sumba Tengah, Koordinator Sekretariat serta seluruh staf sekretariat baik staf teknis maupun staf pendukung.

Penulis: Reinhard Umbu Bura

Foto: Reinhard Umbu Bura