Nonato: Penguatan Kelembagaan Jadi Fondasi Program Kerja Bawaslu NTT 2026
|
Waibakul, Bawaslu Sumteng – Ketua Bawaslu Provinsi NTT, Nonato Da Purificacao Sarmento menegaskan penguatan kelembagaan menjadi prioritas utama lembaga dalam menjalankan program kerja tahun 2026. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi Penguatan Kelembagaan Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur yang diselenggarakan secara hybrid, Kamis (7/5/2026).
Menurut Nonato, kegiatan penguatan kelembagaan menjadi kegiatan perdana yang dilaksanakan Bawaslu NTT pada tahun anggaran 2026 karena dinilai sebagai sektor utama dalam menopang seluruh kerja-kerja kelembagaan.
“Sebagai bagian daripada kerja-kerja institusi, maka kerja-kerja kelembagaan ini menjadi leading sector atau sektor yang paling utama sebelum kita merumuskan arah kebijakan program dan kegiatan selanjutnya,” ujar Nonato.
Ia menjelaskan, pola penguatan kelembagaan yang dilakukan saat ini tidak berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana Bawaslu terlebih dahulu memperkuat kapasitas organisasi sebelum menjalankan program-program lainnya.
Nonato mengungkapkan bahwa kondisi anggaran Bawaslu tahun 2026 mengalami keterbatasan cukup serius. Namun demikian, menurutnya, kondisi tersebut telah diprediksi sejak awal sehingga Bawaslu telah mempersiapkan langkah-langkah melalui kegiatan non budgeting dan program-program produktif lainnya.
“Ternyata kita sudah meramalkan itu. Hasil peramalan kita terbukti di tahun ini anggaran benar-benar defisit. Tetapi kita sudah mempersiapkan dengan melaksanakan kegiatan non budgeting dan kegiatan produktif lainnya untuk meningkatkan kapasitas dan memberikan informasi positif kepada masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, sebagai lembaga publik, Bawaslu memiliki tanggung jawab untuk terus menyampaikan informasi yang bernilai kepada masyarakat, sekaligus menjaga eksistensi kelembagaan di tengah tantangan yang ada.
Dalam arah kebijakan kelembagaan tahun ini, Nonato menyebut Bawaslu NTT akan memfokuskan program pada dua sektor utama, yakni konsolidasi demokrasi dan inovasi sektor publik.
Beberapa inovasi yang telah dan akan dijalankan antara lain program Bawaslu Goes to School, Bawaslu Ngampus, pembentukan dan pelantikan Saka Adhyasta Pemilu, kegiatan Minggar, Tos Barista, hingga penguatan pelayanan dan digitalisasi informasi.
“Inovasi sektor publik ini menjadi bagian penting dari transformasi lembaga agar Bawaslu tetap hadir dan dekat dengan masyarakat,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Nonato juga menyampaikan bahwa kegiatan penguatan kelembagaan menghadirkan dua akademisi sebagai narasumber, yakni Rudi Rohi dan I Putu Yoga Bumi Pradana, yang akan memberikan memaparkan terkait penguatan kelembagaan.
“Kita perlu mendapatkan input dan masukan agar bisa berkonsolidasi lebih baik ke depan,” pungkasnya.
Penulis: Reinhard Umbu Bura