Lompat ke isi utama

Berita

Meski Tahapan Usai, Pengawasan Harus Tetap Berjalan Lewat Inovasi dan Pencegahan Dini

Ketua Bsw St

Yermias Umbu Yagu, Ketua Bawaslu Kabupaten Sumba Tengah (kanan) sebagai narasumber dalam acara "Dialog Sumba Siang Ini" yang diselenggarakan RRI Sumba, Selasa (22/7/2025).

Waibakul, Bawaslu Sumteng – Yermias Umbu Yagu, Ketua Bawaslu Kabupaten Sumba Tengah mengatakan, meskipun tahapan Pemilu dan Pilkada telah berakhir, tugas pengawasan tidak selesai disitu. Hal ini disampaikannya dalam acara Dialog Sumba Siang Ini dengan tema “Demokrasi Kita Setelah Pilkada, Apa Lagi” yang diselenggarakan RRI Sumba secara live melalui kanal youtube, Selasa (22/7/2025).

“Berbicara soal pengawasan, tidak ada istilah selesai hanya karena tahapan telah usai. Pasca keluarnya PKPU 1 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan, di tengah kondisi efisiensi anggaran, ada program kegiatan inovasi, baik internal maupun ekternal,” tegasnya.

Dikatakannya, melalui rapat pleno, Bawaslu Sumba Tengah telah memutuskan untuk menjalankan sejumlah kegiatan inovasi. “Di internal, selain tetap melakukan aktifitas rutinitas kantor dihari kerja, kami juga melaksanakan kegiatan-kegiatan yang sifatnya mengevaluasi seluruh capaian dari perspektif pisau analisis pengawasan, semuanya kami bedah dari masing-masing divisi,” katanya.

Dia mengungkapkan bahwa roh utama kerja-kerja Bawaslu berlandaskan pada tiga pendekatan: awasi, cegah, dan tindak. Dalam konteks pencegahan, Bawaslu Sumba Tengah saat ini fokus mempersiapkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pengawas melalui kegiatan bedah regulasi dan evaluasi indikator capaian kelembagaan.

“Kami berpikir dalam konteks pencegahan, dimasa non tahapan ini kita mempersiapkan sdm pengawas melalui bedah regulasi, mengevaluasi indikator capaian lembaga apa yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan ke depan,” tuturnya.

Bawaslu juga membuka Posko Aduan Masyarakat terkait pemutakhiran data pemilih, yang mana posko ini menjadi wadah bagi masyarakat yang belum terdaftar sebagai pemilih untuk menyampaikan laporan secara langsung.

“Dalam hal data pemilih berkelanjutan, kami ada posko aduan sebagai wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan laporan secara langsung jika belum terdaftar sebagai pemilih,” jelasnya.

Yermias melanjutkan, untuk program eksternal, Bawaslu Sumba Tengah telah melaksanakan sejumlah kegiatan seperti sosialisasi dan pendidikan pemilih kepada masyarakat. Program ini bertujuan membangun pemahaman bersama antara masyarakat dengan Bawaslu, terutama yang disoroti mengenai data pemilih dan menjadi pemilih yang cerdas.

“Bayangkan ditengah demokrasi yang dipenuhi dengan riak-riak money politik misalnya, kita hanya bisa mencium baunya tapi sulit menangkap pelakunya karena tidak didukung dengan saksi dan alat bukti, sehingga kami coba untuk melakukan edukasi-edukasi pendidikan politik ke masyarakat,” ungkap Yermias.

Sebagai simbol komitmen terhadap nilai-nilai integritas, Bawaslu Sumba Tengah juga melaksanakan kegiatan penanaman pohon integritas. Yermias berharap, program ini menjadi pengingat bahwa demokrasi bisa disukseskan tanpa harus tunduk pada praktik-praktik kotor seperti politik uang.

"Kegiatan-kegiatan inovasi ini bentuk upaya pencegahan sejak dini untuk kita menghadapi pemilu dan pilkada yang akan datang tanpa harus dipengaruhi oleh money politik, inilah yang kita coba pupuk terus menerus,” tuntasnya.

Acara yang dimoderatori oleh Host RRI Sumba, Chantika Anjalie Rambu Sabati, tersebut juga dihadirkan narasumber lainnya, yaitu Ketua KPU Kabupaten Sumba Tengah, Fredy Umbu Bewa Guti.