Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu NTT Gelar Bincang Penyelesaian Sengketa Proses, Perkuat Kapasitas Pengawas.

zoom

Tangkapan layar kegiatan Bincang-Bincang Penyelesaian Sengketa Proses secara daring melalui media Zoom Meeting, Senin (11/08/2025).

Waibakul, Bawaslu Sumteng — Di masa non tahapan Pemilu, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus memperkuat koordinasi secara berjenjang guna meningkatkan kinerja jajaran pengawas Pemilu se-Provinsi NTT. Sebagai kelanjutan dari agenda sebelumnya, Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Proses Bawaslu NTT kembali menggelar kegiatan Bincang-Bincang Penyelesaian Sengketa Proses secara daring melalui media Zoom Meeting, Senin (11/08/2025).

Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Provinsi NTT, Magdalena Yuanita Wake, saat membuka kegiatan menegaskan pentingnya forum ini sebagai ruang berbagi gagasan dan inovasi. 

“Bincang-bincang ini penting untuk mengetahui sejauh mana kita berinovasi dan kreatif dalam kegiatan nontahapan, guna memperkuat kapasitas SDM dalam penyelesaian sengketa proses Pemilu,” ujarnya.

Magdalena juga menekankan bahwa evaluasi dan inventarisasi masalah atau isu krusial terkait penyelesaian sengketa merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan diri menghadapi Pemilu atau Pemilihan berikutnya.

“Potensi sengketa selalu ada pada tahapan pencalonan. Maka dari itu, evaluasi dan inventarisasi pada masa nontahapan menjadi bekal penting bagi kita sebagai pengawas Pemilu, agar pelaksanaan tugas ke depan lebih optimal,” tambahnya.

Dalam bincang-bincang ini, anggota Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT yang membidangi Divisi Penyelesaian Sengketa Proses mendapat kesempatan untuk memaparkan hasil kegiatan serta pemetaan isu krusial di wilayahnya masing-masing. Turut hadir secara daring Plh. Kepala Bagian Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Proses Bawaslu NTT bersama jajarannya, serta Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Sumba Tengah.

zoom

Penulis : Viktor Imanuel Putra

Editor : Reinhard Umbu Bura