Pendidikan adalah Pintu Masuk Mewujudkan Demokrasi Berkualitas
|
Waibakul, Bawaslu Sumteng - Ketua Bawaslu Kabupaten Sumba Tengah, Yermias Umbu Yagu, menegaskan bahwa pendidikan merupakan pintu masuk utama dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas. Hal itu ia sampaikan saat membuka kegiatan Penandatanganan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bawaslu Kabupaten Sumba Tengah bersama sejumlah lembaga pendidikan setingkat SMA terkait Program Bawaslu Mengajar, Jumat(27/2/2026).
Menurut Yermias, demokrasi yang sehat tidak dapat dibangun tanpa fondasi pendidikan yang kuat.
“Dalam kerangka kita mewujudkan demokrasi yang kita harapkan, pintu masuknya adalah pendidikan. Tidak ada pilihan lain selain melalui pendidikan,” tegasnya.
Acara dilaksanakan di ruang rapat Kantor Bawaslu Kabupaten Sumba Tengah ini, Ia mengajak seluruh pihak untuk membayangkan kondisi masyarakat yang masih terisolasi dari akses informasi dan jaringan internet, sehingga tidak mengikuti perkembangan maupun edukasi politik dari berbagai media.
“Karena itu, melalui pintu masuk pendidikan politik ke sekolah-sekolah, kita mencoba meramu bersama sebuah gerakan yang berdampak positif bagi demokrasi di Kabupaten Sumba Tengah,” ujarnya.
Yermias menekankan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan wujud nyata komitmen Bawaslu dalam memberikan edukasi politik berbasis gagasan kepada generasi muda. Ia mengakui bahwa daerah ini tidak kekurangan orang-orang cerdas, tetapi masih menghadapi tantangan dalam hal integritas.
“Kita tidak kekurangan orang cerdas. Yang sering kurang adalah bagaimana kita mewujudnyatakan integritas dalam pemilu dan pemilihan ke depan,” katanya.
Ia menyoroti bahaya politik uang yang dapat merusak mentalitas dan masa depan generasi muda.
“Bayangkan kalau anak-anak kita yang punya kecerdasan intelektual dan sosial, punya kapasitas menjadi pemimpin, tetapi terkontaminasi politik uang. Mereka bisa menjadi pesimis hanya karena merasa tidak punya modal untuk bersaing secara sehat,” ungkapnya.
Melalui pendidikan politik di lingkungan sekolah, Yermias mengajak para Kepala Sekolah dan guru yang hadir untuk bersama-sama menginternalisasi nilai-nilai demokrasi yang berintegritas.
“Lewat pintu masuk pendidikan ini, mari kita persiapkan masa depan anak-anak kita. Jangan sampai mereka dininabobokan oleh praktik transaksional, tetapi tumbuh menjadi generasi yang berkontribusi secara jujur dan bermartabat bagi bangsa dan daerah,” pungkasnya.
Penulis: Reinhard Umbu Bura