Bawaslu Sumteng dan Yonif TP 930/Toda Tebi Perkuat Sinergi Jaga Netralitas TNI dalam Demokrasi
|
Waibakul, Bawaslu Sumteng - Komitmen menjaga netralitas Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai salah satu pilar penting dalam demokrasi terus diperkuat. Berangkat dari semangat tersebut, Bawaslu Kabupaten Sumba Tengah melaksanakan kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama Batalyon Infanteri (Yonif) TP 930/Toda Tebi, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Markas Yonif TP 930/Toda Tebi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Sumba Tengah, Yermias Umbu Yagu, dan Anggota Bawaslu Kabupaten Sumba Tengah, Roos Linda Rambu Lodji, yang didampingi sejumlah staf sekretariat. Kehadiran jajaran Bawaslu diterima langsung oleh Wakil Komandan Yonif TP 930/Toda Tebi, Kapten Inf Wilyam Situmorang,
Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkuat sinergi antara Bawaslu dan TNI dalam mendukung penyelenggaraan demokrasi yang aman, tertib, dan berintegritas di Kabupaten Sumba Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Sumba Tengah, Yermias Umbu Yagu, menegaskan bahwa netralitas TNI merupakan prinsip yang harus dijaga dalam setiap pelaksanaan Pemilu maupun Pemilihan. Menurutnya, TNI memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas keamanan, namun tetap harus berada pada posisi netral sesuai amanat peraturan perundang-undangan.
“Kami berharap seluruh prajurit TNI, khususnya yang baru menyelesaikan pendidikan dan mulai menjalankan tugas di wilayah Kabupaten Sumba Tengah, dapat memahami serta menjaga komitmen netralitas dalam setiap tahapan Pemilu dan Pemilihan,” ujarnya.
Selain memberikan penguatan terkait netralitas TNI, Bawaslu Kabupaten Sumba Tengah juga menyampaikan pentingnya koordinasi dan pertukaran informasi antara kedua lembaga. Salah satu fokus yang dibahas adalah memastikan masyarakat sipil yang telah resmi menjadi anggota TNI aktif tidak lagi tercantum dalam daftar pemilih.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga akurasi data pemilih sekaligus memastikan hak pilih hanya dimiliki oleh warga negara yang memenuhi syarat sesuai ketentuan yang berlaku. Melalui koordinasi yang baik, proses pemutakhiran data pemilih diharapkan dapat berjalan lebih akurat dan berkualitas.
Anggota Bawaslu Kabupaten Sumba Tengah, Roos Linda Rambu Lodji, menambahkan bahwa sinergi antara Bawaslu dan TNI merupakan bagian dari upaya bersama untuk menjaga kualitas demokrasi. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi membutuhkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan.
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas upaya memperkuat kolaborasi di bidang pengamanan. Bawaslu dan Yonif TP 930/Toda Tebi berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi dan koordinasi guna menciptakan kondisi yang kondusif selama tahapan Pemilu dan Pemilihan berlangsung.
Wadanyonif TP 930/Toda Tebi, Kapten Inf Wilyam Situmorang, menyambut baik kunjungan dan koordinasi yang dilakukan Bawaslu Kabupaten Sumba Tengah. Ia menegaskan bahwa TNI berkomitmen menjaga netralitas serta mendukung terciptanya situasi keamanan yang kondusif dalam setiap proses demokrasi.
Melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi ini, Bawaslu Kabupaten Sumba Tengah berharap kerja sama dan komunikasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat. Sinergi antara Bawaslu dan TNI diharapkan menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan Pemilu dan Pemilihan yang aman, tertib, damai, serta berintegritas di Kabupaten Sumba Tengah.
Penulis: Reinhard Umbu Bura