Kondem Bawaslu Sumteng Bersama 1.480 Anggota Pramuka di Bumi Perkemahan Laigoli
|
Waibakul, Bawaslu Sumteng – Dalam rangka memperkuat pendidikan demokrasi dan menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pengawasan partisipatif, Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Sumba Tengah didampingi jajaran staf melaksanakan Konsolidasi Demokrasi bersama anggota Pramuka Kabupaten Sumba Tengah di sela-sela kegiatan perkemahan dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Bumi Perkemahan Laigoli dan menjadi ruang bagi Bawaslu untuk membangun komunikasi serta memperkuat sinergi dengan generasi muda, khususnya para anggota Pramuka yang berasal dari berbagai satuan pendidikan di Kabupaten Sumba Tengah.
Konsolidasi Demokrasi ini tidak hanya menjadi momentum untuk memperkenalkan peran dan fungsi Bawaslu, tetapi juga mendorong para pelajar agar memahami bahwa demokrasi merupakan tanggung jawab bersama. Generasi muda diharapkan dapat mengambil bagian dalam menjaga proses demokrasi yang jujur, adil, berintegritas, serta bebas dari berbagai bentuk pelanggaran pemilu.
Kegiatan perkemahan yang diselenggarakan oleh Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Sumba Tengah tersebut diikuti sekitar 1.480 peserta, yang terdiri atas siswa SMP, SMA, serta para pembina Pramuka dari seluruh wilayah Kabupaten Sumba Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, Bawaslu mengajak anggota Pramuka untuk menjadi bagian dari generasi yang memiliki kepedulian terhadap kehidupan demokrasi. Nilai-nilai yang ditanamkan dalam Gerakan Pramuka, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, kebersamaan, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama, dinilai memiliki keterkaitan erat dengan upaya membangun budaya demokrasi yang sehat.
Melalui Konsolidasi Demokrasi ini, Bawaslu Kabupaten Sumba Tengah berharap terbangun pemahaman sejak dini mengenai pentingnya menolak politik uang, berita bohong, ujaran kebencian, serta berbagai bentuk praktik yang dapat mencederai proses demokrasi.
Bawaslu juga mendorong anggota Pramuka untuk menjadi pelopor demokrasi di lingkungan, keluarga, sekolah dan masyarakat, sekaligus turut menyebarluaskan informasi yang benar dan positif mengenai kepemiluan kepada lingkungan sekitarnya.
Kehadiran Bawaslu di tengah kegiatan Pramuka menjadi bagian dari upaya memperluas ruang pendidikan demokrasi sekaligus membangun jejaring pengawasan partisipatif. Dengan melibatkan generasi muda, diharapkan kesadaran untuk mengawal demokrasi tidak hanya hadir pada saat pemilu berlangsung, tetapi tumbuh menjadi nilai dan budaya dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis: Reinhard Umbu Bura