Lompat ke isi utama

Berita

Amrunur Dorong Generasi Muda Lawan Politik Uang dan Hoaks

amdp2pst2026-00-

Tangkapan layar Anggota Bawaslu Provinsi NTT, Amrunur Muh Darwan dalam arahannya saat membuka kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif Tingkat Kabupaten Sumba Tengah Tahun 2026 secara virtual melalui Zoom, Selasa (14/7/2026).

Waibakul, Bawaslu Sumteng – Anggota Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Amrunur Muh. Darwan, mendorong generasi muda Kabupaten Sumba Tengah menjadi pelopor pengawasan partisipatif serta berperan aktif melawan praktik politik uang, penyebaran hoaks, dan ujaran kebencian menjelang Pemilu Tahun 2029.

Hal tersebut disampaikan saat membuka Pendidikan Pengawas Partisipatif Tingkat Kabupaten Sumba Tengah Tahun 2026 secara virtual melalui Zoom, Selasa (14/7/2026).

Amrunur menegaskan bahwa setelah mengikuti Pendidikan Pengawas Partisipatif, para peserta memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kualitas demokrasi di daerahnya.

"Keluar dari ruang belajar ini kita semua mempunyai tanggung jawab memastikan Pemilu di Sumba Tengah ke depan harus jauh lebih baik. Tidak boleh lagi ada pemilu yang curang, tidak boleh ada yang menerima uang, tidak boleh menjadi agen pembagi uang, dan tidak boleh menyebarkan fitnah maupun hoaks," tegasnya.

Ia mengatakan tantangan penyelenggaraan pemilu saat ini tidak hanya terjadi di lapangan, tetapi juga berkembang pesat di ruang digital. Oleh sebab itu, generasi muda yang akrab dengan media sosial diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menciptakan ruang digital yang sehat.

"Adik-adik sangat dekat dengan gadget dan media sosial. Tantangan kita ke depan adalah bagaimana memastikan ruang digital menjadi ruang yang sehat sehingga dapat mendukung pelaksanaan pemilu yang berkualitas," ujarnya.

Amrunur juga mengingatkan peserta agar tidak mudah percaya terhadap berbagai informasi yang beredar di media sosial, terutama informasi yang berpotensi memecah persatuan melalui hoaks maupun kampanye yang mengandung kebencian.

Menurutnya, keberhasilan pengawasan partisipatif hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda.

"Kata kuncinya adalah kolaborasi. Jangan memilih diam. Ayo bergerak, ayo berfungsi untuk memastikan proses pemilu berjalan dengan baik. Bersama-sama kita wujudkan Pemilu 2029 yang bermartabat," pungkasnya.

Ia juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya dari para fasilitator dan jajaran Bawaslu Kabupaten Sumba Tengah yang akan berbagi pengalaman serta pengetahuan mengenai kepemiluan dan pengawasan partisipatif.

"Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Di Bawaslu Kabupaten Sumba Tengah ada banyak guru yang hebat. Manfaatkan kesempatan ini untuk memperkaya pengetahuan dan menjadi agen demokrasi di lingkungan masing-masing," tutup Amrunur.

Penulis: Reinhard Umbu Bura