Martin: Masa Non Tahapan Momentum Perkuat Kapasitas dan Kesiapan Pengawasan.
|
Waibakul, Bawaslu Sumteng - Anggota Bawaslu Kabupaten Sumba Tengah, Martinus Rudolf Walangara, menegaskan bahwa masa non-tahapan merupakan momentum penting bagi jajaran Bawaslu untuk meningkatkan kapasitas dan mempersiapkan diri menghadapi tahapan Pemilu maupun Pemilihan yang akan datang. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan arahan pada apel pagi yang berlangsung di lingkungan Kantor Bawaslu Kabupaten Sumba Tengah, Senin (25/5/2026).
Dalam arahannya, Martin menyampaikan bahwa meskipun saat ini tidak sedang berlangsung tahapan pemilu atau pemilihan, seluruh jajaran Bawaslu tidak boleh lengah. Sebaliknya, periode non-tahapan harus dimanfaatkan secara maksimal untuk melakukan penguatan kelembagaan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penyusunan berbagai strategi pengawasan yang lebih efektif.
Menurutnya, masa yang terlihat tenang sering kali dianggap sebagai waktu yang longgar. Namun, bagi lembaga pengawas pemilu, periode tersebut justru menjadi kesempatan yang sangat berharga untuk melakukan evaluasi, refleksi, dan pembenahan berbagai aspek yang diperlukan dalam menghadapi agenda demokrasi berikutnya.
“Non-tahapan bukan berarti kita berhenti bekerja. Justru pada masa inilah kita harus mempersiapkan diri dengan lebih baik, meningkatkan kapasitas, memperkuat pemahaman regulasi, dan membangun strategi pengawasan yang lebih matang untuk menghadapi tahapan pemilu dan pemilihan yang akan datang,” ujar Martin.
Ia menjelaskan bahwa kesiapan menghadapi pemilu tidak hanya dibangun ketika tahapan sudah dimulai, melainkan harus dipersiapkan jauh hari sebelumnya. Oleh karena itu, seluruh jajaran sekretariat maupun pimpinan di lingkungan Bawaslu Kabupaten Sumba Tengah diharapkan terus meningkatkan kemampuan dan kompetensi sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.
Selain menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, Martin juga mengingatkan seluruh pegawai untuk senantiasa menjaga marwah dan kelembagaan Bawaslu melalui tanggung jawab dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari. Menurutnya, kualitas sebuah lembaga sangat dipengaruhi oleh kualitas kinerja individu yang berada di dalamnya.
Ia menegaskan bahwa setiap pekerjaan yang dilaksanakan, sekecil apa pun, memiliki kontribusi terhadap citra dan kredibilitas lembaga. Oleh karena itu, disiplin, profesionalisme, dan integritas harus terus menjadi landasan dalam pelaksanaan tugas.
“Menjaga kelembagaan tidak hanya dilakukan melalui program-program besar, tetapi juga melalui tanggung jawab kita terhadap pekerjaan masing-masing. Ketika setiap individu bekerja dengan baik, maka lembaga akan semakin kuat dan dipercaya oleh masyarakat,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Martin juga menekankan pentingnya memperkuat konsolidasi internal di lingkungan Bawaslu Kabupaten Sumba Tengah. Menurutnya, komunikasi dan koordinasi yang baik antarbagian menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga soliditas organisasi.
Ia mengajak seluruh jajaran untuk terus membangun semangat kebersamaan dan kolaborasi dalam menjalankan tugas kelembagaan. Dengan konsolidasi yang kuat, Bawaslu akan mampu merespons berbagai tantangan dan dinamika yang muncul secara lebih efektif.
Selain konsolidasi internal, Martin menyoroti perlunya melakukan pemetaan kerawanan sebagai bagian dari langkah antisipatif yang harus dilakukan secara berkelanjutan. Pemetaan kerawanan dinilai penting untuk mengidentifikasi berbagai potensi persoalan yang dapat muncul pada penyelenggaraan pemilu dan pemilihan mendatang.
Melalui identifikasi dini terhadap berbagai kerawanan, Bawaslu dapat menyusun strategi pencegahan yang lebih tepat sasaran serta meningkatkan efektivitas pengawasan. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun sistem pengawasan yang adaptif terhadap perkembangan situasi dan dinamika politik yang terus berubah.
“Pemetaan kerawanan harus terus dilakukan meskipun saat ini berada pada masa non-tahapan. Dengan mengenali berbagai potensi risiko sejak dini, kita dapat menyiapkan langkah-langkah pencegahan dan mitigasi yang lebih baik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia berharap seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Sumba Tengah dapat menjadikan masa non-tahapan sebagai ruang untuk memperkuat kapasitas individu maupun organisasi. Dengan persiapan yang matang, Bawaslu akan semakin siap menjalankan tugas pengawasan secara profesional, independen, dan berintegritas ketika tahapan pemilu maupun pemilihan kembali berlangsung.
Apel pagi tersebut diikuti oleh pimpinan dan jajaran sekretariat Bawaslu Kabupaten Sumba Tengah. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan menjadi sarana untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kinerja kelembagaan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta memastikan kesiapan Bawaslu dalam menghadapi berbagai agenda demokrasi di masa mendatang.
Penulis: Reinhard Umbu Bura