Pemilih Muda Akan Dominasi Pemilu 2029, Pendidikan Demokrasi Harus Dimulai Sejak Sekarang
|
Waibakul, Bawaslu Sumteng - Generasi muda akan menjadi kelompok pemilih terbesar pada Pemilu Tahun 2029. Karena itu, pendidikan demokrasi perlu diberikan sejak dini melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P).
Hal tersebut ditegaskan Anggota Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Amrunur Muh. Darwan saat membuka Pendidikan Pengawas Partisipatif Tingkat Kabupaten Sumba Tengah Tahun 2026 secara daring melalui Zoom, Selasa (14/7/2026).
Menurut Amrunur, berdasarkan data yang ada, jumlah pemilih muda di Provinsi NTT mencapai lebih dari 60 persen dari total pemilih.
"Kalau kita melihat data pemilih kita, ternyata pemilih muda jumlahnya di atas 60 persen. Artinya, Pemilu 2029 akan didominasi oleh generasi muda. Karena itu, mereka harus dipersiapkan sejak sekarang agar menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab," ungkapnya.
Ia mengatakan, pemahaman mengenai demokrasi tidak boleh berhenti pada kegiatan memberikan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Menurutnya, demokrasi menuntut keterlibatan masyarakat dalam mengawal seluruh proses penyelenggaraan pemilu.
"Berbicara tentang pemilu bukan sekadar datang ke TPS lalu menggunakan hak pilih. Kalau pemahaman kita hanya sampai di situ, berarti pemahaman demokrasi kita masih rendah. Kita ingin pemilih muda memahami bahwa suara mereka juga harus digunakan untuk memastikan proses pemilu berjalan dengan baik," tegasnya.
Amrunur menjelaskan bahwa Pendidikan Pengawas Partisipatif menjadi ruang pembelajaran bagi peserta untuk memperoleh pengetahuan yang tidak selalu diperoleh di bangku sekolah. Selama kegiatan, peserta akan mendapatkan materi mengenai kepemiluan, demokrasi, serta pengawasan partisipatif dari para fasilitator.
Menurutnya, proses pembelajaran tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran pribadi maupun kesadaran kolektif sehingga peserta terdorong untuk ikut mengawal jalannya demokrasi.
"Ruang Pendidikan Pengawas Partisipatif adalah ruang transfer pengetahuan. Setelah memahami proses pemilu, kita berharap tumbuh kesadaran untuk bergerak bersama Bawaslu melakukan pengawasan partisipatif demi menjaga kualitas demokrasi," katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa sebagai generasi muda, peserta memiliki tanggung jawab besar dalam menentukan arah bangsa melalui partisipasi aktif pada setiap proses demokrasi.
Penulis: Reinhard Umbu Bura