Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu NTT Dorong Optimalisasi Anggaran, Sisa Tahun 2026 Jadi Perhatian

zzz

Tangkapan layar Rapat Pelaksanaan Program dan Anggaran Tahun 2026 yang diselenggarakan Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur secara daring, Rabu (14/10/2026).

Waibakul, Bawaslu Sumteng - Optimalisasi pelaksanaan kegiatan dan realisasi anggaran menjadi perhatian Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur menjelang akhir tahun anggaran 2026. Hingga September 2026, realisasi anggaran secara umum telah melampaui 60 persen, sehingga penyelesaian program pada Oktober hingga Desember perlu dipastikan berjalan sesuai target.

Hal tersebut disampaikan Anggota Bawaslu Provinsi NTT, James Welem Ratu, dalam Rapat Pelaksanaan Program dan Anggaran Tahun 2026 yang digelar secara daring, Rabu (14/10/2026). Rapat ini diikuti oleh ketua, anggota, dan jajaran sekretariat Bawaslu kabupaten/kota se-NTT, termasuk Bawaslu Kabupaten Sumba Tengah.

James menjelaskan bahwa masih terdapat sekitar 40 persen anggaran yang perlu direalisasikan dalam tiga bulan terakhir tahun berjalan. Karena itu, seluruh satuan kerja diminta meninjau kembali kegiatan yang belum terlaksana dan memastikan penyelesaiannya sesuai perencanaan.

Sejumlah kegiatan yang menjadi perhatian meliputi evaluasi program, penguatan kapasitas sumber daya manusia pengawas, kegiatan kearsipan, serta penyelesaian administrasi dan pertanggungjawaban keuangan.

Ia juga mendorong seluruh divisi untuk mengoptimalkan waktu yang tersisa dengan tetap memperhatikan ketentuan pelaksanaan anggaran dan target keluaran kegiatan.

Menurut James, kebijakan efisiensi dan penajaman anggaran harus direspons melalui pelaksanaan program yang efektif dan tepat sasaran. Dengan demikian, keberhasilan pengelolaan anggaran tidak hanya diukur dari besarnya penyerapan, tetapi juga dari ketercapaian hasil yang telah direncanakan.

Senada dengan itu, Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi NTT, Ignasius Jani, meminta para pejabat perbendaharaan di 22 Bawaslu kabupaten/kota mengonsolidasikan kembali program kegiatan dengan menyesuaikan sisa pagu anggaran dan target keluaran masing-masing.

Ia menegaskan bahwa langkah tersebut diperlukan agar pelaksanaan kegiatan pada akhir tahun dapat berlangsung secara optimal, tanpa mengabaikan prinsip tertib administrasi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan.

Ignasius juga mengingatkan bahwa capaian peringkat kedua terbaik dalam pengelolaan anggaran kategori pagu kecil pada semester pertama 2026 bukan alasan untuk berpuas diri. Monitoring dan evaluasi tetap diperlukan untuk menjaga kualitas pengelolaan anggaran di setiap satuan kerja.

Bagi Bawaslu Kabupaten Sumba Tengah, arahan tersebut menjadi pengingat pentingnya memastikan program yang telah direncanakan terlaksana secara efektif, administrasi kegiatan terselesaikan dengan baik, serta penggunaan anggaran tetap sesuai ketentuan.

Dengan mengoptimalkan sisa waktu tahun anggaran 2026, Bawaslu diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara realisasi anggaran, pencapaian keluaran kegiatan, dan kualitas pertanggungjawaban sebagai bagian dari upaya memperkuat kinerja kelembagaan.

Penulis: Humas Bws Sumteng