Bawaslu Sumteng Perkuat Pencegahan dan Benahi Administrasi Jelang Pemilu Mendatang
|
Waibakul, Sumba Tengah – Masa non-tahapan Pemilu tidak menjadi alasan bagi jajaran Bawaslu Kabupaten Sumba Tengah untuk mengurangi aktivitas pencegahan dan penguatan kelembagaan. Anggota Bawaslu Kabupaten Sumba Tengah, Martinus Rudolf Walangara, mendorong jajaran untuk terus memberikan pendidikan politik kepada masyarakat sekaligus membenahi administrasi kelembagaan sejak dini.
Hal tersebut disampaikan Martinus saat memberikan arahan dalam apel pagi di halaman Kantor Bawaslu Kabupaten Sumba Tengah, Senin (5/10/2026).
Menurut Martinus, pencegahan merupakan bagian penting dari kerja pengawasan yang tidak harus menunggu dimulainya tahapan Pemilu. Bawaslu perlu tetap hadir di tengah masyarakat untuk membangun kesadaran mengenai demokrasi dan potensi pelanggaran Pemilu.
Ia menyebut sejumlah isu yang perlu terus menjadi perhatian dalam pendidikan politik masyarakat, antara lain politik uang, hoaks, isu SARA, serta pentingnya menjaga hak pilih warga negara.
“Pencegahan tidak harus menunggu tahapan Pemilu. Kita harus terus hadir, turun ke sekolah, gereja, masjid, dan kampung-kampung untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Demokrasi harus kita jaga bersama agar berlangsung secara jujur dan adil,” jelasnya.
Martinus juga menyoroti karakteristik sosial masyarakat Sumba Tengah yang memiliki ikatan adat dan kekerabatan yang kuat. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bagian penting yang perlu dipahami jajaran pengawas dalam membangun pendidikan demokrasi yang sesuai dengan konteks masyarakat setempat.
Pendidikan politik, kata dia, diperlukan agar masyarakat dapat menggunakan hak politiknya secara bebas dan bertanggung jawab tanpa mengabaikan nilai-nilai kehidupan sosial dan budaya yang berkembang di tengah masyarakat.
Selain aspek pencegahan, Martinus meminta jajaran mulai melakukan pembenahan administrasi kelembagaan. Memasuki Triwulan IV Tahun 2026, Sekretariat Bawaslu Kabupaten Sumba Tengah diminta menata kembali data kelembagaan, melakukan inventarisasi logistik pengawasan, serta memastikan laporan jajaran pengawas di tingkat kecamatan tersusun dengan baik.
“Jangan menunggu tahun 2028 atau 2029 baru kita kelabakan. Bawaslu yang baik adalah Bawaslu yang tertib administrasi sejak sekarang,” tegasnya.
Menurut Martinus, kesiapan administrasi merupakan bagian dari kesiapan kelembagaan menghadapi tahapan Pemilu berikutnya. Penataan data dan dokumen sejak masa non-tahapan dinilai penting agar pekerjaan pengawasan dapat dilakukan secara lebih terukur dan terdokumentasi.
Ia juga mengingatkan jajaran untuk menjaga kedisiplinan dan terus meningkatkan kualitas kerja meskipun aktivitas kepemiluan sedang berada di luar tahapan.
“Jangan berpikir karena tidak ada tahapan Pemilu lalu kita bisa santai. Justru pada masa jeda inilah integritas kita diuji,” katanya.
Martinus berharap seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Sumba Tengah memanfaatkan masa non-tahapan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan, meningkatkan pencegahan, memperluas pendidikan politik masyarakat, serta memastikan seluruh administrasi pengawasan tertata dengan baik.
Dengan demikian, Bawaslu Kabupaten Sumba Tengah tidak hanya siap ketika tahapan Pemilu dimulai, tetapi juga tetap hadir dan memberikan kontribusi dalam menjaga kualitas demokrasi di tengah masyarakat.
Penulis: Reinhard Umbu Bura