Martinus Tegaskan Netralitas dan Integritas Jadi Pegangan Jajaran Bawaslu Sumteng
|
Waibakul, Bawaslu Sumteng – Anggota Bawaslu Kabupaten Sumba Tengah, Martinus Rudolf Walangara, menegaskan pentingnya integritas, netralitas, disiplin, dan soliditas seluruh jajaran dalam menjalankan tugas pengawasan Pemilu. Pesan tersebut disampaikannya saat memberikan arahan dalam apel pagi di halaman Kantor Bawaslu Kabupaten Sumba Tengah, Senin (5/10/2026).
Mengawali arahannya, Martinus menyampaikan ucapan Dirgahayu ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang diperingati setiap 5 Oktober. Ia menyebut peringatan tersebut relevan dengan tugas Bawaslu dalam menjaga kedaulatan suara rakyat.
“Atas nama keluarga besar Bawaslu Kabupaten Sumba Tengah, saya mengucapkan Dirgahayu TNI ke-81. Kita doakan TNI semakin profesional dan semakin dicintai rakyat,” ujar Martinus.
Menurut Martinus, TNI dan Bawaslu memiliki tugas kelembagaan yang berbeda, namun sama-sama mengemban tanggung jawab dalam menjaga kepentingan bangsa dan negara. TNI menjaga kedaulatan negara, sedangkan Bawaslu mengawal kedaulatan suara rakyat melalui pengawasan penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan.
“TNI menjaga kedaulatan negara, sementara Bawaslu menjaga kedaulatan suara rakyat. Keduanya memiliki prinsip yang sama, yaitu tidak boleh memihak. Netralitas adalah harga mati,” tegasnya.
Martinus juga mengapresiasi sinergi antara Bawaslu, TNI, dan Polri selama pelaksanaan Pemilu dan Pilkada 2024 di Kabupaten Sumba Tengah yang berlangsung aman dan kondusif. Menurutnya, sinergi tersebut perlu terus dipelihara, termasuk ketika tidak sedang berada dalam tahapan Pemilu.
Memasuki Triwulan IV Tahun 2026, ia meminta seluruh jajaran tidak mengendurkan disiplin dan kinerja meskipun saat ini berada pada masa non-tahapan Pemilu.
“Jangan berpikir karena tidak ada tahapan Pemilu lalu kita bisa santai. Justru pada masa jeda inilah integritas kita diuji. Masyarakat tetap melihat kita, apakah kita tetap netral dan tidak terlibat dalam politik praktis,” katanya.
Ia mengibaratkan jajaran Bawaslu sebagai wasit yang harus berdiri di tengah dan tidak berpihak kepada salah satu peserta.
“Kita adalah wasit. Wasit tidak boleh memakai baju salah satu kesebelasan,” ujarnya.
Selain integritas dan netralitas, Martinus menekankan pentingnya menjaga soliditas internal. Ia mengingatkan bahwa setiap tindakan individu dapat berdampak terhadap citra dan kepercayaan publik terhadap lembaga.
“Kita ini satu rumah. Jangan ada sekat di antara kita. Satu orang berbuat salah, nama seluruh lembaga yang akan terdampak. Karena itu, mari kita jaga marwah Bawaslu dengan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas,” pungkasnya.
Menutup arahannya, Martinus mengajak seluruh jajaran mengawali pekan dengan semangat baru serta terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Bekerjalah dengan hati yang menyukakan Tuhan dan melayani rakyat Sumba Tengah,” tutup Martinus.
Penulis: Reinhard Umbu Bura